Profil & Tanya-Jawab Connor Jessup – Rising Star asal Kanada, Tumbuh Dewasa di ‘Falling Skies’

Menjadi remaja sangatlah sulit. Apalagi menjadi remaja yang tumbuh di hadapan kamera. Hal ini dialami Connor Jessup, aktor kelahiran 23 Juni 1994 di Toronto, yang memerankan sosok Ben Mason di serial Falling Skies sejak usia 15 tahun. Connon yang dulu imut kini berusia 20 tahun, terlihat ganteng dan sekilas mirip Justin Beiber di awal karirnya, namun Connor fokus pada karirnya sebagai aktor, penulis naskah dan produser eksekutif. Seorang rising star baru asal Kanada.

connor jessup

Connor memulai karirnya di usia 11 tahun dengan bermain di berbagai drama panggung sebekum akhirnya mendapatkan peranan TV pertamanya pada tahun 2007, ia menjadi salah satu pemain di The Jon Dore Television Show. Lalu, Connor mendapatkan peran utama pertamanya di program The Saddle Club produksi Nickelodeon (2008-2009), di serial ini ia juga mengajukan konsep alur cerita untuk beberapa episode. Bakatnya makin berkembang, setelah sukses di Falling Skies, ia menjadi produser eksekutif untuk film independen Kanada: Amy George, yang diputar di Toronto International Film Festival tahun 2011. Tak puas di situ saja, ia mendapatkan peran di film pertamanya: Blackbird (2012) dan baru-baru ini membintangi film baru: Skating to New York (saat ini memasuki post production).

Di transkrip wawancara ini, ia ngobrol tentang Falling Skies, karirnya sebagai aktor, bekerja sama dengan Steven Spielberg, fans nya serta kecintaannya pada manga.

Apakah menjadi aktor adalah cita-cita impianmu?

Setiap anak punya mimpi, keinginan dan angan-angan untuk masa depannya, tapi saya tidak punya hal spesifik yang saya inginkan. Saat saya masih anak-anak, sebelum menjadi aktor, saya merasa saya ingin menjadi dokter atau ilmuwan. Saat di usia 11 tahun, saya menjadi aktor dan di beberapa tahun pertama, saya sangat menikmati pekerjaan ini karena saya tidak pernah menganggapnya sebagai cita-cita saya. Mindset saya bukan menjadi aktor. Saya baru mulai menseriusi karir acting saya sambil menjalani pekerjaan ini. Jadi, menjadi aktor bukan cita-cita saya dari awal, tapi ini adalah sesuatu yang saya sangat syukuri.

Bagaimana sih pengalaman kamu sebagai pemeran di serial Falling Skies?

Saya sangat bersyukur ditunjukkan jalan untuk menjadi salah satu aktor di serial ini, dan sejauh ini serial ini cukup sukses, dan telah memasuki tahun keempat. Selama empat tahun ini saya memerankan sosok Ben Mason, sementara ada begitu banyak serial TV yang umurnya pendek, tidak sampai melewati tahun pertama atau kedua.

Apa sih yang akan dikisahkan di Falling Skies Musim ke-4?

Musim ke-4 akan dibuka dengan adegan yang sangat mendebarkan dan mengejutkan, keluarga Mason dan semua anggota The 2nd Mass yang tersisa sedang berjalan pulang menuju Charleston, namun tiba-tiba mereka diserang dengan brutal oleh Espheni, menggunakan senjata baru yang sangat mematikan dan belum pernah ada sebelumnya. Kami akan terpecah belah, terpisah, bahka beberapa tidak selamat. Karena terpisah-pisah, masing-masing tokoh harus menjalin hubungan baru demi keberlangsungan hidup mereka. Ini adalah salah satu hal yang saya sukai di musim ini, dimana masing-masing tokoh berinteraksi dan melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan.

Bagaimana dengan sosok Ben di musim ini?

Saya tidak bisa membocorkan lebih jauh, tapi pastinya, Ben telah tumbuh dan beranjak dewasa. Dan ia tertarik dengan cewek-cewek yang dekat dengan kakaknya: Hal, dan menggaet salah satunya…(tertawa)

Ya, kamu juga sudah sangat berbeda dari pertama kali muncul di Falling Skies.

Ya saya mulai di usia 15 tahun di Falling Skies. Lima tahun terakhir, saya tumbuh dewasa di serial ini.

Tapi kamu suka kan dengan pengalaman ini?

Oh tentu. Apalagi tiap musim ada sesuatu yang berbeda, baik dari sosok saya maupun serial ini secara keseluruhan. Ini sangat luar biasa bagi saya. Saya harap serial ini akan berumur panjang. Saya belum ingin menuntaskan peran saya di serian ini.

Semoga ya. Kamu siap untuk tumbuh dewasa sepenuhnya di serial ini.

Betul sekali. Saya tidak akan bahagia sampai hal ini benar-benar terwujud.

Kamu banyak melakukan adegan fisik di layar kaca, seperti pertarungan dengan tangan kosong. Bagaimana kamu mempersiapkan diri?

Ya, keren ya? Well, sebenarnya sih saya tidak terlalu atletis dan jago berkelahi. Saya merasa adegan-adegan itu terlihat sangat keren dan meyakinkan berkat campur angan para sutradara dan editor, dengan sentuhan magis teknologi di sana sini. Jadi, sebenarnya bukan benar-benar adegan pertarungan tangan kosog.. Saya tidak ingin mengungkapkan rahasia produksi, tapi saya bisa katakan: 80 persen adalah campur tangan mereka (sutadara, editor) dan 20 persen adalah peran saya. Tapi itu bukan masalah bagi saya, yang jadi masalah adalah jika saya harus melakuka live taping di hadapan penonton… wah kacau.. (tertawa)

Apa sih perbedaan antara musim pertama dan keempat ini?

Pastinya, dan terutama di musim ke-4 ini, unsur fiksi ilmiahnya makin kuat. Akan ada alien yang berbicara, terminologi dan mitologi yang kompleks. Akan ada jenis-jenis alien baru.. fiksi ilmiahnya benar-benar kuat.

Di awal mula serial ini, baik di episode pertama atau musim pertamanya, hanya ada satu jenis alienL skitters dan mereka tidak punya nama. Tujuan mereka belum jelas. Dan mereka adalah musum yang jauh dan tidak berwajah. Ini sangat berbeda sekarang. Fokusnya ada pada kondisi dan konflik antar manusia, yang bisa disamakan dengan situasi pada Revolusi Amerika. Jadi serial ini berkembang dari waktu ke waktu, sambil kita menambahkan karakter dan elemen-elemen kisahnya plus mitologi baru.

Apa sih resep kesuksesan Falling Skies sehingga bisa bertahan hingga musim keempat ini?

Menurut saya, karena fans kami… mereka terus meonton serial in dan sangat passionate tentang serial ini. Saat berada di lokasi syuting, kami tidak terlalu paham apa yang akan dan tidak akan berhasil di pasaran. Namun setelah produksi selesai, dan ditayangkan di televisi, barulah kami mengetahui sebenarnya, bagaiman hasil jerih payak kami. Jika fans menonton dan menyambut positif, rasanya luar biasa. Semua jerih payah yang kami tempuh terbayar sudah. Ini juga membuat kami sangat bersyukur, karena kami melakukannya tidak hanya sebagai pekerjaan, tapi untuk orang banyak, karena karya kami dinikmati orang lain. Merekalah yang membayar saya. Jadi saya sangat senang para fans menyukai serial kami.

Seperti apa sih suasana kerja di lokasi syuting?

Seperti keluarga pemain sirkus. Gila dan menyenangkan, saya merasa beruntung, karena saya awalnya bukan siapa-siapa dan kemudian diperkenankan masuk dalam keluarga yang luar biasa ini. Para pemain telah bersama-sama selama lebih dari empat tahun, sementara kru ada yang sudah bersama kami selama dua atau tiga tahun. Kami juga sering menghabiskan waktu senggang bersama-sama, mereka adalah sekelompok orang yang paling beragam, aneh dan menyenangkan di saat yang bersamaan. Saya sangat menyayangi mereka.

Seperti apa sih pengalaman bekerja sama dengan tokoh legendaris sekeleas Steven Spielberg?

Seperti anak-anak lain di dunia ini. Saya tumbuh dengan mengkonsumsi menu makanan yang terdiri dari: makanan beneran dan film-film Steven Spielberg. Jadi, bisa bermain dalam salah satu karya garapannya adalah mimpi yang jadi kenyataan.

Apa film Steven Spielberg yang jadi favorit kamu?

Favorit saya dalah Empire of the Sun. Saya benar-benar tertawa dan menangis saat menontonnya pertama kali, dan masih tetap tertawa dan menangis setiap kali menontonnya. Menurut saya film itu merupakan pencapaian sinematografi yang luar biasa – dan adegan-adegan di Shanghai itu luar biasa – film ini juga sangat humanis dan menyentuh hati. Film ini tidak kelam, penuh kekerasan atau brutal seperti film-film peperangan launnya. Walau bukan sesuatu hal yang baru, semua elemen dari film itu dijahit dengan energi, keterampilan, cinta, selera humor dan humanisme yang luar biasa. Selain itu, Christian Bale merupakan aktor cilik dengan penampilan terbaik sepanjang masa.

Bisa kah kamu menceritakan hal-hal yang menyenangkan di lokasi syuting yang kamu alami?

Kami suka bersenang-senang, mengisengi satu sama lain di saat rehat. Apalagi, adegan yang melibatkan begitu banyak orang biasanya memakan waktu sangat lama dan sangat membisankan bagi mereka yang tidak terlalu terlibat di dalamnya. Saat kami mengambil gambar adegan yang melibatkan 25.000 karakter, saya sangat bosan. Karena semuanya tidak berbicara, di adegan itu kami diharuskan berjalan terus hingga keluar dari frame, meninggalkan Noah dan Will untuk berdialog. Nah, di saat itu, saya diskenariokan berjalan meninggalkan adegan itu 10 detik setelah Robert Sean Leonard (pemeran Kadar). Setelah Robert keluar frame, ia mengisengi saya dengan bersembunyi di balik tembok sambil terus melemparkan kerikil-kerikil ke tubuh saya selagi saya disyuting. Jadi saya harus menahan rasa sakit di dada, kepala, dan seluruh tubuh saya, berlagak tidak ada apa-apa sampai akhirnya saya berada diluar frame.

Kamu cukup banyak memerankan serial TV dan beberapa film, apa sih yang membuat serial TV lebih spesial?

Momen-momen awal musim terbaru itu sangat exciting buat saya. Di saat itu, kita tidak mengetahui secara komplit apa yang akan terjadi di musim itu. Bagi kami apa yang terjadi di episode-episode berikutnya adalah misteri, sama halnya dengan yang dialami penonton. Saya selalu bersemangat untuk tahu bagaimana arah alur kisahnya, bagaimana sosok Ben akan berkembang. Jadi, walaupun memerankan sosok yang sama selama bertahun-tahun, tetap ada sesuatu yang menyenangkan dan exciting. Ibarat bawang bombay, begitulah kisah dan karakter di serial televisi. Hal ini hanya ditemui di televisi. Jadi semakin banyak musim yang digarap, semakin menarik buat kami. Saya excited. Saya sangat excited.

Kami dengar kamu suka manga ya, boleh share lebih lanjut tentang ini?

Ya, sangat suka. Saya suka semua hal tentang Jepang, manga, budayanya…Jepang adalah negara favorit saya di dunia. Saya pernah datang ke Jepang beberapa tahun lalu dan langsung jatuh cinta. Saya kembali lagi ke Jepang tahun lalu untuk melakukan promosi Falling Skies di Jepang. Sebelumnya, saya dan teman-teman saya backpacking selama 2,5 bulan keliling Eropa, lalu saya sendirian ke Korea dan kemudian Jepang.

Saat kamu bepergian ke luar negeri, apakah ada yang menngenalimu?

Ya, terkadang ada. Yang megejutkan, saat saya di Korea Selatan mempromosikan serial ini, saya terkaget-kaget bahwa ternyata serial ini cukup populer di sana. Padahal biasanya, di negara-negara selain benua Amerika, serial ini hanya diputar beberapa musim saja, atau jauh tertinggal. Banyak fans yang berkomentar betapa berbedanya saya dengan Ben Mason di musim pertama, atau Ben Mason di televisi.

Seperti apa sih fans kamu?

Fans saya rata-rata adalah fans tayangan berbau fiksi ilmiah. Fans fiksi ilmiah, saya perhatikan, sangat mendukung tayangan-tayangan yang mereka sukai. Mereka akan loyal, mengikuti kisah dan tokoh-tokohnya. Mereka tidak berhenti-henti ngetweet tentang tayangan itu, bikin blog, website, komunitas fans, dan chat board. Mereka sangat passionate.

Apakah kamu sering berinteraksi dengan fans internasional?

Karena saya tidak tinggal di Amerika, saya tidak melakukan banyak interaksi langsung dengan fans internasiona, kecuali saat ada Comic-Con. Tapi saya banyak melakukan interaksi secara online.

Bagaimana aksi Connor Jesup di Falling Skies? Saksikan tiap Kamis pk 21:00 WIB mulai 21 Agustus 2014, pertama dan eksklusif di AXN. AXN dapat disaksikan melalui Aora (ch. 415), BigTV (ch. 23 & 205; 22 & 204 – HD), First Media (ch. 51 – digital; ch. 332 – HD), Groovia (ch. 553), Indovision (ch. 154), NexMedia (ch. 306), Skynindo (ch. 22), Telkomvision (ch. 122), Topas TV (ch. 261), dan YES TV (ch. 122)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s