Game Of Thrones 4×08 “The Mountain and The Viper” Review

ELIA MARTELL. YOU RAPED HER. YOU MURDERED HER. YOU KILLED HER CHILDREN.

Image

9/10

 

Wow. So that was quite an episode. Every once in a while you get episodes like this that are filled to the brim with important events.

To start, the episode ends badly for Prince Oberyn and Tyrion, but we’ll get there.

Awal review akan kita mulai di utara, dimana Ramsay Snow-soon-to-be-Bolton , pergi bersama para pasukan tentaranya untuk merebut Moat Cailin agar iya  bisa menunjukkan kepada ayahnya bahwa dirinya adalah seorang “Bolton Sejati” 😎😎😎

Ramsay menyuruh Theon/Reek untuk berpura pura menjadi “Theon Greyjoy”, dirinya yang lama, yang merupakan putra dari Balon Greyjoy. Di eps ini kita bisa melihat bagaimana Theon telah dirusak oleh Ramsay, sampai ia tidak mengenali dirinya sendiri. Alfie Allen juga mengantarkan akting yang sangat bagus sebagai Theon Greyjoy/Reek.

At the wall, the Wildlings invade and sack Moletown, burning it to the ground and killing its residents.

Tetapi Gilly, yang merupakan kekasih dari Samwell, berhasil terhindar dari kematian setelah iya “diselamatkan” oleh Ygritte, yang menyuruhnya untuk diam agar keberadaanya tidak diketahui para Wildling lainya.
Para Night’s Watch pun terus berdebat tentang apakah mereka akan segera bertindak atau hanya diam saja, dan Samwell terus menyalahkan dirinya karena ia mengira bahwa Gilly telah mati di tangan para Wildling. Of course, we know that Gilly is alive and well so the emotional weight of this moment wasn’t really there.

Jauh di seberang Narrow Sea, Daenerys akhirnya mengetahui bahwa Ser Jorah adalah mata mata dari King’s Landing. Ia mengusir Ser Jorah dari Meereen dan menyuruhnya untuk kembali ke King’s Landing. Jorah pun akhirnya pergi dengan hati yang galau. a major development indeed as Dany is now without many of her original coterie

Lalu kita kembali lagi ke Westeros, kembali ke Eyrie. Setelah kematian Lysa Arryn, Petyr Baelish diinterogasi tentang kesangkut pautan dirinya terhadap kematian Lysa Arryn, tetapi Sansa membela Petyr dan memberitahu bahwa Lysa yang cemburu dengan kedekatan Sansa dan Petyr bunuh diri dengan cara terjun dari Moondoor. They believe her and lose all questions concerning Lady Lysa’s death, quite too conveniently for my taste.

Lalu sampailah kita pada bagian akhir… GOODBYE SWEET PRINCE OBERYN MARTELL. Di trial by combat untuk menentukan nasib dari Tyrion Lannister, Oberyn bertarung dengan Gregor “The Mountain” Clegane. Oberyn ingin bertarung bukan untuk Tyrion, melainkan untuk saudarinya, Elia Martell, yang dibunuh dan diperkosa oleh Gregor. Walaupun akhirnya Gregor mengakui perbuatanya, tetapi sebelum Oberyn mendengarnya ia sudah dibunuh oleh Gregor. The need for Gregor Clegane to confess to the murder of his sister ultimately cost Oberyn his life. Dan menurut saya adegan pembunuhan Oberyn Martell adalah salah satu adegan pembunuhan yang paling sadis di sepanjang sejarah Game Of Thrones.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s