Episode Recap: Game of Thrones – 4×03 – “Breaker Of Chains”

TV Series > Game of Thrones

Game of Thrones “Breaker of Chains”….. More like Breaker of Characters (Development)

image

Sebelumnya, jika ada yang gampang terpancing oleh Pemerkosaan, dan jika sangat gampang di trigger, mohon untuk tidak membaca recap ini.

Episode Recap: Game of Thrones – 4×03 – “Breaker Of Chains”

Tayang : 21 April 2014 (HBO)

Rating : 7.3/10

Summary :

Setelah kejadian di eps lalu, pencarian besar besaran dilakukan di King’s Landing untuk mencari Sansa, yang dibawa kabur oleh Ser Dontos Hollard untuk meninggalkan King’s Landing bersama Petyr “Littlefinger” Baelish. Lalu ada juga Arya/The Hound yang berkelana dengan tujuan yang tidak pasti, dan ada juga Daenerys yang ingin mengambil alih kota Meereen.

To be honest, episode hari ini agak mengecewakan, khususnya karena adegan antara Jaime dan Cersei , dan juga adegan “The Siege Of Meereen”

Let’s start with Jaime/Cersei first, shall we?
Di eps ini, kita melihat bahwa Jaime memperkosa Cersei di depan mayat Joffrey, dan hal ini tentu lah sangatlah Out of Character untuk karakter Jaime Lannister, karena kita bisa melihat di season 3 (episode 4, “And Now His Watch Is Ended”) bahwa Jaime sangatlah membenci yang namanya pemerkosaan, dia juga menyelematkan Brienne sehingga Brienne tidak di perkosa, tetapi di episode ini kita melihat bahwa Jaime tetap memaksa Cersei sedangkan Cersei sudah berkata tidak, whereas in the books, adegan Altar Sex tsb bukan merupakan adegan rape, melainkan kedua belah pihak memahami apa yang mereka lakukan dan cersei juga berkata ya, ini membuat karakter Jaime menjadi hancur, karena kita melihat bahwa di eps sebelumnya Jaime sudah menjadi lebih berwibawa/bijaksana. Don’t get me wrong though, i respect D&D. D&D are fantastic writers.
But turning a consensual sex scene into THE EXACT OPPOSITE OF CONSENSUAL is just…. A big no…. So yeah there’s that.

Let’s move on to Daenerys shall we?
Scene Dany di episode ini cukup menarik, khusus nya karena special efffects yang sangat bagus, tetapi dengan adanya special effects saja tidak cukup untuk membuat scene itu menjadi scene yang bagus, di episode ini kita melihat bagaimana dany ingin merebut kota Meereen, ia berkata kepada budak budak Meereen bahwa jika mereka bergabung dengan Dany, mereka akan di bebaskan seperti pasukan pasukan nya, tetapi ironisnya, Dany rolls up on Meereen talking about how she’s going to free the slaves while standing in front of HER ARMY OF SLAVES. Dan itulah alasan yang membuat saya kurang menyukai adegan tsb, Dany lebih terlihat seperti “Hitler” dan bukan terlihat seperti “Gandhi” di adegan tsb.

Walaupun 2 adegan tersebut sangat mengecewakan, we can also look at all the other scenes in this episode that were fantastic : Tywin and Tommen, Tyrion and Podrick, Arya and the Hound, Shireen and Davos, the list goes on.

Semoga untuk kedepanya, para writers Game of Thrones bisa meperbaiki masalah masalah yang terjadi di development para karakter karakter penting lainya.

———-

Note : Review ini ditulis oleh member Series Addict Indonesia dan bukan oleh Admin

Habib Sazaly

Twitter : @Bheabsaholic

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s