Episode Recap: Teen Wolf -3X13- Anchors

Tayang: 6 Januari 2014 (MTV)

Recap mengandung spoiler bagi yang belum nonton read on your own risks

Setelah menunggu hiatus selama 5 bulan akhirnya Teen Wolf kembali menghibur para pecintanya. Tak hanya menghibur tetapi juga memberikan all kinds of nightmares.

DI awal opening Teen Wolf mengingatkan apa yang terjadi di episode sebelumnya “Lunar Ellipse” dimana Scott, Stiles, dan Allison harus masuk ke dalam state mati suri untuk dapat menemukan orang tua mereka yang disekap oleh sang Darach. Anchors pun berlanjut dari poin itu.

Teen-Wolf-Season-3-Lose-Your-Mind

Dream inside a dream inside a dream. Sounds familiar? Yup, Teen Wolf membuka episodenya dengan Stiles yang bermimpi dalam beberapa lapisan mimpi seperti Inception. Bedanya mimpi dalam Teen Wolf sama sekali tidak bisa dibedakan dengan realita dan mimpi tersebut tidak dibuat oleh si pemimpi itu sendiri, malah kesannya si pemimpi di teror dengan mimpi buruknya.
Mulcahy dengan apik memfilmkan these dream sequences dalam setiap shotnya dan Davis juga berhasil membuat scene-scene mimpi ini menjadi suatu clue ketimbang hanya menjadi nightmare yang tidak relevan. Seperti yang sudah diingatkan kembali oleh Teen Wolf, tidak hanya Stiles tetapi Scott dan Allison juga mengalami halusinasi yang serupa.

Harus diakui episode awal dari Teen Wolf 3B dibuka lebih solid dan apik dibanding dengan 3Anya, Tattoo. Rating dan viewers pun jauh lebih unggul untuk Anchors ini. Episodenya ditulis brilliantly dan didirect dengan teknik yang juga tak kalah hebatnya membawa Teen Wolf sebagai teen drama yang bisa diberi predikat kontender kuat apabila dilawankan dengan show-show bergenre sama lainnya. Anchors memberikan enough information untuk penonton dapat pick up from where they left us before dan tetap memasukkan misteri dan cliffhangers untuk dipertanyakan penonton untuk episode-episode selanjutnya.

Beberapa epic moments dari Anchors:

OpeningNew opening sequence! Ada beberapa hal baru yang dimasukkan dalam openingnya seperti unsur warna merah, a scary bloody mask and thunders! Menandakan sepertinya Teen Wolf sudah siap untuk meberikan kejutan-kejutan baru untuk kita di 3B ini.

scary bloody mask

The Stilinskis – Siap-siap untuk para penggemar keluarga kompak ini karena Anchors akan menampilkan lebih banyak kerja sama dan scene kedekatan antar bapak anak ini. Walaupun dibuka dengan Stiles yang menangis di pelukan sang ayah setelah diteror nightmares juga tidak begitu baik untuk kesehatan feels kita.

1 - SS hug 4

Mama McCall & her pups – Mama McCall yang sekarang sudah mengetahui supernatural abilities yang dimiliki sebagian anak-anak di Beacon Hills ini pun menggunakan dengan baik pengetahuan barunya ini. The remarks she keeps making about this new knowledge of her is just damn well too hillarious and entertaining.

2 Ks – Kate and Kira. Yes, you read it right, Kate as in Aunt Kate. Tante psikopat Allison yang meninggal di akhir season 1 ini akan kembali menghantui Allison dalam wujud wellghostly. Kira, pendatang baru dari negeri sakura ini sudah dikonfirmasi akan memiliki hubungan dengan storyline Kitsune dan Scott’s new love interest.

kate

Sign language – Salah satu kejutan yang paling berkesan adalah scene halusinasi Stiles (again) yang dimana satu kelas ‘meneriaki’nya dengan bahasa isyarat (creepy) yang justru digawangi oleh karakter yang paling cerewet and loud siapa lagi kalau bukan the coach (more creepy). Di scene selanjutya juga akan diberi tahu ternyata sign language yang terus diulang ulang tersebut adalah sebuah clue kenapa mereka kerap mengalami halusinasi.

sign language

The ending – Mungkin di state ini para penonton mulai mempertanyakan dimana para Hales berada. Jangan khawatir mereka akan muncul di akhir episode membawakan more questions, clues, and well… their abs.

Salah satu scene yang menjadi poin dimana Teen Wolf terlihat more matured dibanding season 1nya adalah saat Melissa mencoba menenangkan anaknya disaat Ia hampir berubah didepan ayahnya, disitu Scott mengatakan satu-satunya hal yang dapat menahannya dari berubah uncontrollably adalah Allison tetapi karena Allison sudah tidak ada hubungan dengannya lagi ia bingung harus bertumpu pada siapa disitu masuklah dialog yang paling berkesan dan membawa dampak perubahan besar untuk Teen Wolf dan genrenya yang adalah “Be your own anchor.” “You’ll fall in love more than once it’ll happen again. It’ll be just as amazing and as extraordinary as the first time and maybe just as painful, but it’ll happen again. until then be your own anchor.” Teen drama terkenal dengan sajian eternal love storynya yang tidak realistis, justru Teen Wolf memberikan pandangan realita hidup yang sudah pasti terjadi. You can just feel the great change coming…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s