Episode Recap: CSI – 14×11 – The Lost Reindeer

 Tayang: 11 Desember 2013 (CBS)

Tim CSI tak pernah mengira akan memproses TKP bersalju di Las Vegas.

Saatnya Natal di CSI! Episode secara unik dibuka dengan voiceover suara anak kecil menarasikan cerita The Lost Reindeer sementara kita melihat seekor rusa kutub yang tersesat tengah berkeliaran di tengah kota Las Vegas, menarik perhatian orang-orang sekitar. Di manakah Santa tanpa rusa kutubnya? Santa terbaring berdarah-darah, tak bernyawa, di tanah bersalju.

Salju di Las Vegas?


D.B. Russell (Ted Danson) turun ke TKP dan James “Jim” Brass (Paul Guilfoyle) menyapanya dengan, “Happy holidays,” yang saya rasa beliau tujukan pula kepada kita. Jim mengatakan bahwa akan ada banyak anak yang kecewa pada Natal tahun ini dengan tewasnya Santa, yang kita lihat terbaring di perkarangan depan sebuah rumah yang dipenuhi berbagai hiasan Natal, lengkap dengan salju. Salju tersebut dibuat oleh Winter Wonderland Company, dan karyawannya Jayson Walt (David Ury)-lah yang menemukan si Santa tanpa rusa kutubnya. Si rusa kutub, Dasher, yang tadi kita lihat berkeliaran di tengah kota, ditemukan sejam yang lalu di Las Vegas Strip dengan bulu berlumuran darah dan dibawa Animal Control ke TKP.

David “Dave” Phillips (David Berman) mengidentifikasi si pria di balik kostum Santa. “Lucky for us, the victim is not a Secret Santa,” ujarnya. Ia menemukan kartu pengenal si korban dan kita mengetahui bahwa korban tersebut bernama Brad Fante (Scot Zeller), si ”friendly neighborhood I.T. guy” yang bekerja untuk Bonham Realty. Dave mengatakan bahwa Brad tewas antara pukul 12 malam dan 1 pagi, dan bahwa pembuluh arteri di kedua pahanya telah terpotong. Di dekat Brad terdapat jejak darah kaki rusa yang dibuat oleh Dasher ketika hewan tersebut menginjak darah Brad saat tengah kabur keluar dari kandangnya, terkejut melihat Santa yang tewas mengenaskan.

D.B. menemukan darah pada kaki kereta luncur dan menyimpulkan bahwa kereta luncur tersebut melindas Brad. Dave menemukan banyak darah di punggung Brad dan rupanya tidak hanya dilindas, ditemukan juga lima luka tusuk tajam di punggungnya. Melihat banyaknya darah tersebut, D.B. berpikir bahwa Brad masih dalam keadaan hidup ketika ditusuk dan bahwa tewasnya Santa bukanlah kecelakaan semata. “Grandma may have gotten run over by a reindeer, but Santa got ‘sleighed’,” kata Dave.

Greg Sanders (Eric Szmanda) dan Morgan Brody (Elisabeth Harnois) tiba di TKP untuk menganalisis jejak sepatu. Bagaimana caranya mengambil jejak sepatu di tanah bersalju? “We are going to need liquid cold wax to process any impressions, and dry ice, too,” jawab Greg. Morgan menelepon David Hodges (Wallace Langham) untuk mengambilkan benda-benda tersebut dari lab.

Sementara itu D.B. mewawancarai si pemilik rumah yang juga pemilik Bonham Realty, Ryan Bonham (David Alpay). Ryan mengatakan bahwa Brad adalah pegawai baru yang baru bekerja selama beberapa bulan. “He made a perfect Santa,” katanya. Pada malam sebelumnya, Ryan mengadakan pesta Natal untuk para pegawainya di rumahnya dan pada jam 9 malam ia mengantar anaknya yang berusia 6 tahun, Blake (Jadon Wells), untuk tidur dan Ryan tertidur bersamanya sampai ia mendengar sirene ambulans di luar rumahnya. Ryan mengatakan bahwa Natal adalah momen yang berat bagi dirinya dan anaknya, karena istrinya meninggal pada malam Natal 2 tahun yang lalu.

Di luar, Greg menghampiri Jayson Walt yang tengah menjaga rusa kutub itu untuk mengambil sampel darah dari bulu hewan tersebut. “Hey, you think Dasher saw who did it?” tanya Walt. Ia lalu berteori bahwa jika Dasher dipindai MRI, rusa kutub tersebut mungkin akan dapat menunjukkan pikirannya. Namun, “I think I got what I need,” kata Greg, tampak geli, menunjuk stik kapasnya.

Hodges menemukan jejak sebagian sepatu bot di salju, tetapi itu bukan berasal dari sepatu yang dikenakan Brad Fante. Terdapat tetesan darah pada jejak tersebut. Morgan juga menemukan tetesan darah gravitasional di atas salju di dekat mayat korban, dan menduga bahwa pada saat ditusuk, Brad mencoba menekan perdarahan di punggungnya tetapi darahnya tetap menetes ke salju. Brad lalu tak sengaja menabrak kereta luncur, membuatnya meluncur keluar dari tempatnya hingga melindas kakinya. “And the elf kingdom weeps,” canda Hodges.

Hodges kemudian mencoba menggunakan ice wax pada jejak sepatu bot tersebut. “The wax preserves the impression, insulating the snow, preventing any loss of detail caused by heat from the exothermic reaction of the casting material,” jelasnya. Ia pun berhasil mendapatkan cetakan dari jejak sepatu bot misterius tersebut. Wow! Sementara untuk tetesan darah di atas salju itu, Morgan mengambilnya dengan memasukkannya ke tabung kontainer.

Mereka berdua lalu melakukan percakapan favorit saya di episode ini sebagai berikut:

 Morgan:  Why do you think Santa was hanging out here all by his lonesome after the party?

Hodges:  He was probably recovering from the forced levity of a hyper-commercialized holiday that’s lost all sense of wonder.

Morgan:  Wow. Somebody got a lot of coal in his stocking as a kid.

Hodges:  I wish. Instead of regaling me with stories of Santa, my scientist father lectured me on the implausibility of the whole thing.

Morgan:  What, he didn’t think a fat man in a sled could make it around the world in one night?

Hodges:  He also had a problem with the climate damage caused by toy factories in the North Pole.

Morgan:  God, I hope I don’t have you as my Secret Santa.

Hodges mendongak ke arah rumah dan Morgan ikut melihat apa yang dilihatnya. Anak Ryan Bonham, Blake, melambaikan tangan kepada mereka. Morgan mengusulkan untuk mewawancarainya.

Di LVPD Crime Lab, Nick Stokes (George Eads) menghampiri Koroner Dr. Albert “Doc” Robbins, M. D. (Robert David Hall) di ruang autopsi. Nick menemukan kotak hadiah di meja Doc berisi teh herbal dari Secret Santa yang ia duga adalah D.B. Doc, sementara itu, menemukan bahwa Brad Fante tidak hanya menderita luka tusuk di punggung. Brad juga mengalami luka lecet dan memar di pipi, yang berarti bahwa Brad dipukul sebelum dibunuh. Doc menemukan potongan serat di dalam luka pipi Brad yang tampak sintetik yang Nick duga berasal dari sarung tangan yang dikenakan pembunuh. Doc mengatakan bahwa si pembunuh juga memutarkan pisaunya saat menusuk Brad.

“Well, that’s the personal touch right there,” ujar Nick. Ia kemudian berteori bahwa Brad mungkin saja berkelahi dengan seseorang di pesta Natal itu karena mabuk. Namun, tak diketemukan alkohol di dalam isi perut Brad. “Mr. Claus was a teetotaler,” kata Doc. Meskipun demikian, Nick tetap menduga bahwa Brad membuat seseorang marah di pesta itu sehingga dirinya dibunuh.

Morgan dan Hodges mewawancarai Blake di rumahnya. Blake tengah menonton video mendiang ibunya membacakan cerita The Lost Reindeer untuknya, tetapi, “She didn’t get to the end of the story,” kata Blake. Poor boy. Blake mengatakan bahwa ia dan ayahnya menonton video itu semalam dan ayahnya tertidur karena lelah. Morgan bertanya kepadanya jika ia melihat sesuatu di luar rumahnya setelah ayahnya tertidur dan Blake menjawab bahwa ia melihat lampu-lampu pohon Natal di pusat kota dimatikan. Ia juga melihat rusa kutub, tetapi bukan yang berada di luar rumahnya, melainkan yang berada di dalam rumah. “On the staircase,” jelasnya, “it had its head down, pawing at the floor, so I got scared and shut my door.”

Hodges mencoba menghibur Blake dengan mengatakan bahwa yang ia alami tersebut adalah tidur REM. “During REM sleep, a pretty awesome brain chemical called acetylcholine becomes active, subduing other neurotransmitters,” jelasnya sementara si bocah 6 tahun tersebut memandangnya dengan tatapan kosong, “now, this excess acetylcholine is what makes you dream. So, nothing you saw was real.”

Blake kemudian bertanya jika Santa benar-benar ada. Hodges, bersiap memberikan penjelasan ilmiah lagi, hendak mengatakan tidak, tetapi Morgan segera menjawab, “Yes! Yes, Santa is very real,” dan mendelik pada Hodges. 

Loved that scene!

Berikutnya, kita melihat Greg di lab-nya tengah memproses darah di salju yang tadi telah diambilkan Morgan. Ia melaporkan kepada Julie “Finn” Finlay (Elisabeth Shue) bahwa DNA dalam darah tersebut cocok dengan DNA milik si korban Brad Fante. Untuk jejak sepatu bot itu, Greg menemukan bahwa sepatu bot itu berasal dari sepatu bot Timberland, dan ukurannya tak diketahui. Juga, jejak itu tak cocok dengan jejak sepatu-sepatu yang dikenakan oleh 22 tamu di pesta Natal itu maupun dengan yang dikenakan oleh Ryan Bonham dan Jayson Walt.

“So, I guess snow’s a whiteout,” kata Finn sedikit kecewa. “Snow far,” kata Greg. Nice pun there, Greg. Ia juga menemukan suatu jaringan di dalam salju yang ia pikir berasal dari dalam isi perut korban dan akan mengeceknya untuk mencaritahu.

D.B. menghampiri Hodges di lab-nya, dan menemukannya tengah mengenakan tanduk rusa (he never fails to make me laugh!), yang rupanya adalah bagian dari sebuah kostum rusa kutub. Hodges mengatakan bahwa potongan serat yang ditemukan di dalam luka pipi korban berasal dari serat bahan kostum rusa kutub yang dapat dibeli lengkap dengan sarung tangan kaki rusanya di toko kostum. Hodges berteori bahwa sebelum ditusuk, Brad Fante dipukul oleh seseorang berkostum rusa kutub di pesta Natal itu. Orang berkostum tersebut jugalah yang dilihat Blake di tangga. “Maybe our party animal left something behind,” kata D.B.

Benar saja, Morgan menemukan lensa kontak di anak tangga rumah Ryan Bonham yang setelah ditelusuri nomor serialnya, diketahui dimiliki seorang wanita bernama Rachel Waker (Alexis Krause), seorang penari utama di Cathedral Strip Club, yang juga adalah orang yang mengenakan kostum rusa kutub di pesta itu dan tak sengaja meninggalkan lensa kontaknya jatuh di tangga. Di tempat ia bekerja, Rachel menjuarai Miss Reindeer dengan mengalahkan tujuh stripper lainnya. Morgan mengatakan bahwa Brad Fante-lah yang mengundang Rachel ke pesta, tanpa sepengetahuan Ryan. Diduga Rachel terkait dengan pembunuhan terhadap Brad.

Di ruang interogasi, Rachel memberitahu Jim bahwa ia menari untuk Brad dan temannya Fred Larkin (Joshua Kwak) di malam pesta itu. Ia memukul Brad karena kesal tidak dibayar. “I’m no saint, but I’m not a whore,” katanya. Jim lalu melontarkan witty sarcasm-nya yang biasa setiap kali menginterogasi tersangka, yang juga membuat saya tertawa, “But you could be a killer. Look, Rachel, I get it, I get it. You’re both professional pole dancers. You work the stripper pole, he works the North Pole.”

Rachel mengatakan bahwa Fred mengantarnya pulang dan membelikannya sarapan di RJ’s Diner, meninggalkan Brad yang masih dalam keadaan hidup.

Finn menunjukkan kepada D.B. rekaman kamera keamanan di RJ’s Diner. Rachel dan Fred berada di sana pada waktu ketika Brad dibunuh, mengkonfirmasi alibi mereka dan mengeliminasi mereka dari daftar tersangka. “So, where does that leave us?” tanya D.B. “With no suspect and a lot of work to do,” jawab Finn, seakan sudah jelas. D.B. lalu melihat gelang baru yang dikenakan Finn. Finn mengira D.B. adalah Secret Santa-nya tetapi D.B. tidak mengaku demikian.

Suatu jaringan yang ditemukan Greg di dalam salju beberapa adegan yang lalu, adalah Sarda chiliensis lineolata, atau Pacific bonito, jenis ikan yang biasa digunakan untuk sushi. Greg menemukan kokain yang bercampur dalam jaringan tersebut. “We know Brad Fante organized the office party,” ia memberitahu Morgan, “he went off-script hiring Miss Reindeer. Who knows what else he had planned for the night.” Ia juga menduga bahwa Brad mungkin memiliki masalah dengan penyalur narkobanya malam itu sehingga dibunuh.

D.B. dan Nick tengah menonton video yang dibuat Fred Larkin di pesta Natal itu. Nick menunjukkan pada D.B. bahwa rupanya ada 2 Santa di sana. Orang berkostum Santa yang pertama terlihat mengenakan jam tangan, meminum alkohol (kita tahu bahwa Doc tidak menemukan alkohol di dalam isi perut Brad), lalu menerima panggilan telepon. Nick menduga bahwa panggilan tersebut pastilah cukup penting karena pada saat itulah orang tersebut meninggalkan pesta, setelah meminjamkan kostumnya kepada Brad Fante. Nick menunjukkan bahwa 45 menit kemudian dalam video itu, orang berkostum Santa kedua muncul dengan mengenakan jam tangan yang berbeda. Kostum tersebut terbukti sama seperti yang dikenakan orang pertama karena terlihat sama-sama memiliki noda pada lengannya.

Brad Fante adalah korban salah sasaran!

Morgan menunjukkan kepada D.B. video promosi Winter Wonderland Company di mana diketahui bahwa Jayson Walt bekerja sebagai Santa, dan diduga pula adalah pemilik perusahaan tersebut. Greg menghampiri mereka dan mengatakan bahwa bonito bercampur kokain yang ia temukan di dalam salju, tidak dihidangkan di pesta itu dan memang telah berada di dalam salju. Ia mengecek truk es Winter Wonderland Company dan menemukan bahwa truk tersebut tidak hanya pergi untuk menyediakan perlengkapan pesta Natal, tetapi juga sering pergi dari Meksiko ke Las Vegas untuk mengantarkan Pacific bonito bercampur kokain dalam es yang sama digunakan Jayson Walt untuk membuat salju.

Jayson adalah penyalur narkoba! “Could’ve been working with cartels in Mexico. That’s one Bad Santa,” kata Morgan. “That’s one ‘Dead’ Santa,” D.B. mengoreksi, “if we don’t bring him in before the killer finds him.”

Jim menginterogasi Jayson, memberitahunya bahwa seseorang ingin membunuhnya dan bahwa ia mengetahui bisnis kokain yang dilakukan Jayson. Jim mengatakan bahwa ia ingin menolongnya. “Well, in your line of business—and I’m not talking about spreading holiday cheer by putting fake snow on lawns—I’m talking about the other kind of cheer with the other kind of snow,” kata Jim, “now, obviously, you’ve made enemies. You tell us who they are, we’ll help you broker a deal with the DEA.”

Jayson menolak tawaran tersebut dan berdiri untuk pergi tetapi Jim menyuruhnya agar duduk kembali, “Sit down, Kringle!” dan memberitahunya bahwa sudah terdapat cukup bukti. Jayson pun ditahan.

Greg menghampiri Morgan yang tengah membuka kotak hadiahnya yang berisi nail polish. “Total chick gift,” komentar Greg, “I bet Finn’s your Secret Santa.” Morgan lalu berkata, “Or maybe it’s you, trying to cleverly trick me,” kata Morgan, yang saya setujui. “Well, I guess we’ll just have to wait for the office party, and all will be revealed,” kata Greg, dengan poker face yang sempurna. Ia kemudian mengatakan bahwa berdasarkan catatan telepon Jayson Walt minggu ini, Jayson berkomunikasi dengan kakaknya Gary Lee Walt (Patrick Kilpatrick), seorang terpidana kasus perdagangan narkoba di penjara Ely.

Diketahui bahwa setahun yang lalu, berdasarkan transkrip masa percobaan Gary, Jayson bersaksi melawan kakaknya. Greg menyebutkan bahwa Gary baru saja memenangkan banding, dan bahwa pembicaraan yang dilakukan Gary dengan Jayson baru-baru ini adalah untuk meminta Jayson agar membelanya di sidang. Berdasarkan bukti pesan singkat antar keduanya, Gary ingin menyuap adiknya untuk itu, tetapi Jayson menolak karena tawaran jumlah uang yang kecil. Dua hari setelah pembicaraan tersebut, Brad Fante dibunuh, sesaat setelah Jayson meminjamkan kostum Santa-nya kepada Brad.

“So, big brother tries to cut a Kringle. And misses,” Morgan menyimpulkan. Ia lalu mengusulkan untuk menginterogasi Gary di penjara, tetapi Greg memberitahu bahwa Gary baru saja masuk ke Desert Palm Hospital karena gagal ginjal.

Nick menemui Gary di rumah sakit dan menuduhnya atas motif pembunuhan terhadap Jayson. Namun, Gary membantah dan mengatakan bahwa Jayson adalah orang terakhir yang ia ingin bunuh, karena Jayson memiliki antigen leukosit yang sama dengannya, yang berarti bahwa Jayson adalah pemberi donor ginjal untuknya. Nick mengatakan bahwa ia tidak yakin Jayson bersedia menolong karena Jayson tidak menyetujui jumlah uang suap yang ditawarkan Gary. Gary mengatakan bahwa Jayson telah setuju. Selain itu, ia juga telah membayarkan uang jaminan untuk Jayson agar dibebaskan dari penjara, sehingga Gary yakin bahwa tak ada alasan bagi Jayson untuk tidak mendonorkan ginjalnya.

Nick berbicara dengan D.B. mengenai ini. Nick lalu teringat bahwa pelaku memutarkan pisaunya saat menusuk korban. Ia lalu berteori bahwa kerusakan ginjal korbanlah yang mungkin sebenarnya diinginkan pelaku. “You destroy Jayson Walt’s kidneys, you’re in effect killing Gary Lee Walt,” kata D.B. “Murder by proxy,” Nick mengangguk.

Finn menunjukkan kepada Greg foto orang-orang yang terlibat narkoba yang diduga adalah korban-korban pembunuhan yang diperintah Gary. Finn menemukan bahwa istri Ryan Bonham, Eva (Rachelle Wells), menjadi korban pembunuhan ketika ia tengah lembur bekerja di bank tempat Gary saat itu tengah mencuci uang hasil penjualan narkobanya. Gary membunuh Eva setelah membunuh eksekutif bank yang mencoba menelepon polisi setelah mengetahui pencucian uang yang dilakukannya.

Finn mengatakan bahwa Ryan selama ini berhubungan dengan pengacara pembela Gary dan mengetahui sidang banding yang diundur karena operasi ginjal yang akan dilakukan Gary. Ryan pasti juga mengetahui bahwa Jayson akan mendonorkan ginjalnya, dan tak bisa membiarkan hal itu terjadi karena Gary telah membunuh istrinya. Ryan pun menyewa Jayson untuk menyediakan perlengkapan pesta Natal di rumahnya agar ia bisa membunuhnya kemudian. Hanya saja, ia salah sasaran.

Beberapa saat kemudian, Jim bersama beberapa polisi mendatangi rumah Ryan untuk menangkapnya. Namun, Ryan tak berada di tempat, meninggalkan anaknya Blake yang bersembunyi di dalam lemari di bawah tangga. Blake mengatakan bahwa ayahnya telah diculik.

Di LVPD, Jim memberitahu Nick bahwa Jayson menghilang setelah dibebaskan, diduga telah menyadari percobaan pembunuhan oleh Ryan terhadapnya. Blake diduga mengetahui saat melihatnya ayahnya diculik, tetapi untuk mendapatkan keterangan darinya Jim mengatakan bahwa bocah tersebut hanya ingin berbicara dengan satu orang…

…yaitu Hodges. “Last time I saw him, I scared him,” Hodges memberitahu Morgan. “He said he wanted to talk to—and I quote—‘the funny science man’,” kata Morgan. Melihat bahwa Hodges adalah teknisi lab yang tak pernah ditugasi mewawancarai saksi sebelumnya, keengganannya dapat kita mengerti. Meskipun demikian, Hodges akhirnya menurut dan ia kemudian menghampiri Blake.

Blake memberitahu Hodges bahwa ia mendengar salah satu penculik meneriakkan kata ‘condenser’ kepada yang lain, dan bahwa ia melihat truk yang sama yang pernah terparkir di luar rumahnya saat pesta itu.

Finn dan Greg melihat kamera lalu lintas yang menangkap gambar truk es Jayson. Diduga Ryan berada di dalam truk tersebut dan hendak dibawa ke luar kota. Finn berteori bahwa Ryan memiliki sesuatu yang diinginkan Jayson, karena ia tak langsung dibunuh saat Jayson menghampirinya di rumah. Greg berteori bahwa Jayson membawa Ryan ke sumber air di mana ia  membuat es untuk membuat salju. Setelah memeriksa air salju dari pesta itu, Greg memberitahu D.B. bahwa air yang digunakan berasal dari danau kecil dekat kota Henderson, yang juga merupakan lokasi kemungkinan Ryan dibawa. Greg juga menyebutkan bahwa Walt bersaudara memiliki gudang penyimpanan di sana.

Di pinggir sebuah danau, kita melihat Ryan Bonham tengah dipukuli teman Jayson. Jayson memaksa Ryan agar memberitahu lokasi catatan bank yang diinginkannya. Ia lalu mengancam akan memasukannya ke pemotong es jika tak segera memberitahunya, tetapi kemudian Jim tiba. Jayson dan Ryan pun ditangkap.

Di LVPD, Jim memberitahu D.B. bahwa Ryan telah mengakui pembunuhan salah sasaran terhadap Brad Fante, dan bahwa pada saat Jayson menghampiri Ryan di rumah, Ryan berbohong bahwa istrinya memiliki catatan bank yang dapat menginkriminasi Jayson dan kakaknya, untuk mengulur waktu agar memberi kesempatan kepada polisi untuk mengamankan Blake. Jim juga memberitahu bahwa Jayson salah masuk bis ketika tengah dibawa untuk ditahan. Ia tengah menuju kota Buffalo, New Yorkkota yang cukup jauh dari Las Vegasyang akan membuatnya butuh berbulan-bulan untuk kembali ke Vegas agar bisa mendonorkan ginjalnya untuk kakaknya.

Hodges memberitahu Blake bahwa ia akan diantar ke tempat kakek-neneknya. Saya merasa sedih di sini karena bocah 6 tahun tersebut harus berpisah dengan ayahnya, setelah ia harus berpisah dengan ibunya 2 tahun yang lalu. Blake lalu membacakan kepada Hodges kelanjutan cerita The Lost Reindeer yang tak sempat dibacakan mendiang ibunya di video itu.

 Selama Blake membacakan kelanjutan cerita tersebut, kita melihat tim CSI berpesta Natal di LVPD—cute team moment! Finn bersulang dengan Nick, membuat saya berpikir bahwa Nick adalah Secret Santa-nya yang memberikannya gelang itu. Kita juga melihat Morgan membaca kartu ucapan dari Greg kemudian memeluknya dengan ceria (cute Morganders moment!), mengimplikasi bahwa Greg adalah Secret Santa-nya (sudah saya duga; sejak Season 12, saya masih percaya bahwa Greg menyukai Morgan). Episode ditutup dengan Hodges yang mengamati sebuah snow globe yang ingin saya miliki, lalu membaca kartu ucapan dari Secret Santa-nya yang rupanya adalah Morgan.

Awesome Christmas episode! Plot cukup solid dengan beberapa twist yang tak dapat saya tebak. Komplain saya hanya satu: DI MANAKAH SARA SIDLE DAN HENRY ANDREWS?  Tak ada satu pun yang menyinggung absensi mereka! Jika kontrak kedua aktor memang tidak termasuk episode ini, saya rasa penulis Gavin Harris setidaknya bisa menyinggung nama mereka dengan disebut karakter lain tengah sibuk mengurusi kasus lain atau apa begitu, agar ada alasan bagi mereka berdua untuk tidak terlihat di tempat kerja. Namun, di episode ini, CSI seharusnya menghadirkan lengkap seluruh karakter. Apalagi dengan ending yang menunjukkan kebersamaan mereka itu, adegan tersebut hampir tak pernah kita lihat ada di episode-episode CSI sebelumnya.

Episode berikutnya, “Keep Calm and Carry-On”, tayang 15 Januari 2014.

Random thoughts:

  • Interaksi Hodges dengan bocah 6 tahun itu ditulis dengan amat menarik dan membuat karakter Hodges agak lebih stand out di episode ini.
  • Saya rasa penulis cukup kejam dengan membuat bocah tersebut harus berpisah dengan ayahnya pada saat Natal, setelah sebelumnya harus berpisah dengan ibunya 2 Natal lalu.
  • Greg memberi Morgan nail polish yang dapat dibeli seharga lima dollar? Semoga nail polish yang diberikannya adalah nail polish desainer yang jauh lebih mahal.

By Miss Rush

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s