Episode Recap: Criminal Minds – 9×11 – Bully

Tayang: 11 Desember 2013 (CBS)

Seorang pembully membawa Blake pada reuni keluarga yang tak terduga.

Kutipan pembuka oleh Blake:

“Brothers and sisters are as close as hands and feet.” ―pepatah orang Vietnam

Di episode kali ini, Criminal Minds akhirnya memberikan cerita latar belakang untuk Alex Blake (Jeanne Tripplehorn) dan keluarganya. Backstory yang menurut saya sudah lama tertunda (dan lama dinantikan) untuk seorang karakter utama baru sejak kehadirannya di Season 8, atau lebih tepatnya, 34 episode yang lalu. Pertama kalinya ia hadir di season lalu, selain terlihat cerdas, Blake terkesan bersosok misterius dan bahkan hampir sepanjang season itu, ahli linguistik ini tidak cukup banyak memberitahu kita mengenai latar belakang ataupun keluarganya.

Namun, episode kali ini cukup mengatasi rasa penasaran saya akan karakter Blake. Kita diperlihatkan sisi lain seorang Alex Blake yang, sama seperti seluruh anggota Behavioral Analysis Unit (BAU), memiliki permasalahan pribadi tersendiri. Alur cerita pun memadai dalam memberikan pengembangan karakter untuknya.

“Bully” dibuka dengan seorang Unknown Subject (UnSub) bernama Edward Ray Stokes (Braden Lynch) berjalan memasuki sebuah ruangan bawah tanah untuk mengeluarkan Sheryl (Lindsay Wolf), yang terikat dan terbungkam dari dalam peti. Wanita itu hendak dibunuh, tetapi kemudian si UnSub berhenti ketika ia mendengar suara langkah-langkah kaki di lantai di atasnya.

Ia mendengarkan suara tersebut dengan seksama, dan teknik syuting sang sutradara Glenn Kershaw membuat kita sebagai penonton ikut merasakan kewaspadaan si UnSub. Siapakah di atas sana?

Tanpa peringatan, tempat itu diterobos masuk dari dua arah pintu yang berbeda. Masuklah David Rossi (Joe Mantegna) dan Blake, masing-masing dikawal tim taktikal. Rossi segera memerintahkan Edward untuk melepaskan Sheryl dan menjatuhkan pisau yang digenggamnya. Blake mencoba membujuknya tetapi kemudian, sayangnya, Edward melepas tembakan ke arahnya sehingga memaksa Rossi untuk menembak mati si UnSub. Sheryl selamat! Blake hanya tertembak di lengan kiri! Another case closed!

Tunggu, apakah itu berarti kita akan mendapatkan episode flashback?

Rupanya tidak, dan harus saya akui saya suka akan cara sang penulis Virgil Williams membuka episode ke-196 ini dengan adegan yang biasanya hampir selalu menandakan akhir dari sebuah episode. Adegan seperti itu untuk mengawali episode belum pernah dilakukan di episode-episode Criminal Minds sebelumnya. Anywho, episode berlanjut dengan Rossi dan Dr. Spencer Reid (Matthew Gray Gubler) di luar TKP mendatangi mobil ambulans di mana Blake baru saja turun dengan perban membebat lengan kirinya.

Reid berkata kepada Blake, A couple inches to your right and he could have hit your brachial artery. All things considered, you were extraordinarily lucky.” Dan respon Blake adalah salah satu kutipan favorit saya di episode ini: “Yeah, luck had nothing to do with it. I’m practically bulletproof.”

Ponsel Blake lalu berdering dan ia menerima telepon dari ayahnya, Damon Miller (Tom Bower), yang seorang pensiunan kepala Kansas City Police Department. Damon meminta Blake untuk menolongnya pada kasus pembunuhan di Kansas City, Missouri—inilah fokus episode yang sesungguhnya.

 Kita melihat tim BAU melakukan briefing kasus tersebut di pesawat dan Penelope Garcia (Kirsten Vangsness) memberitahu bahwa terdapat tiga korban. Korban terbaru adalah David Morrison, 50 tahun, novelis Afrika-Amerika yang ditemukan tewas dipukuli secara brutal saat tengah joging. Ia juga ditemukan dalam keadaan hanya mengenakan panties yang bukan miliknya, sementara pakaian miliknya sendiri teronggok di dekatnya.

Saya (dan mungkin juga seluruh tim BAU) langsung berpikir, What the…?”

Dua korban lainnya, dua pelajar SMA bernama Tommy Barnes dan Melissa Hawthorne, ditemukan dalam keadaan tewas dipukuli dengan level kebrutalan yang sama, tetapi mereka berdua ditemukan dalam keadaan berbusana lengkap. Derek Morgan (Shemar Moore) mengutarakan pertanyaan yang terbentuk di benak saya, Are we sure it’s the same UnSub?”

Karena, tidak hanya Tommy dan Melissa tidak ditemukan mengenakan panties—yang mana merupakan aspek ritual pembunuhan yang cukup spesifik—seperti Morrison, mereka juga tidak seumuran dengan Morrison. Lagipula, pembunuhan terhadap mereka berdua berselang setahun dengan pembunuhan terhadap Morrison. Atau dengan kata lain, tidak ada koneksi yang tampak antara para korban.

Blake mengatakan bahwa ayahnya berpikir ketiga pembunuhan ini adalah ulah pembunuh berantai yang sama, dan bahwa meskipun kakaknya, Scott Miller (Brennan Elliott) adalah detektif kasus pembunuhan di KCPD, ayah merekalah yang memberitahukan kasus ini. Melihat bahwa ayah Blake telah pensiun dari kepolisian, Jennifer “JJ” Jareau (A.J. Cook) mengatakan bahwa mereka sebaiknya menunggu undangan resmi, karena mereka tidak bisa begitu saja memaksakan diri untuk campur tangan dalam yurisdiksi lokal. Namun, Aaron “Hotch” Hotchner (Thomas Gibson) memutuskan bagi tim untuk mengambil kasus ini.

Berikutnya, kita melihat seorang pria kekar (Tom Vincent) menyuntik dirinya dengan steroid lalu memukuli karung tinju dengan diiringi musik cadas. Si UnSub kah?

Setibanya di Kansas City, Blake, semobil bersama Hotch dan Reid, tampak teralih perhatiannya saat ia melihat ke luar jendela. Perfectly understandable,” komentar Reid, the familiar sounds, visual cues, even olfactory inputs, can trigger memories and emotions we thought were long gone.” Ia lalu menambahkan sesuatu yang secara pribadi bisa saya pahami, Happens to me every time I go home, too.”

Hotch lalu bertanya kepada Blake kapan terakhir kalinya ia pulang kampung (Reid yang salah mengira bosnya bertanya mengenai dirinya menjawab 422 hari yang lalu) dan Blake menjawab sekitar lima tahun yang lalu. Waktu yang cukup lama, dan memang sudah keinginannya untuk tidak kembali ke kampung halaman.

Di dalam mobil SUV lain, Rossi memberitahu JJ dan Morgan bahwa kakak Blake tewas tertembak saat tengah bertugas sebagai polisi 25 tahun yang lalu. Morgan, yang kehilangan ayahnya saat beliau juga tengah bertugas, lagi-lagi, mengutarakan pertanyaan yang terbentuk di benak saya, How come we don’t know any of this?”

Rupanya, Blake’s a private person. Maybe she doesn’t want to talk about her family,” begitu ujar Rossi. Ini membuat saya berpikir bahwa saya bukan satu-satunya yang tidak cukup mengenal Blake sejak kehadirannya season lalu; rekan-rekannya pun tidak terlalu mengenal banyak diri rekan baru mereka itu, karena Blake mengatasi permasalahan pribadinya secara internal.

Saatnya reuni keluarga! Blake bersama Hotch menemui Scott di ruang kerjanya di KCPD. Scott tampak galau ayahnya mengundang kakaknya jauh-jauh hanya untuk menangani kasus di kampung halaman mereka. Scott, tidak seperti ayahnya, berpikir bahwa pembunuhan terhadap dua pelajar SMA itu tidak berhubungan dengan pembunuhan terhadap Morrison. Ia berpikir bahwa kedua remaja tersebut dibunuh karena mencoba mencuri narkoba di Prospect Avenue, area dengan tingkat kriminalitas tinggi.

Namun, Hotch meyakinkan Scott bahwa ia dan timnya tidak datang untuk mengganggu. Ia yakin dalam waktu 24 jam, ia dan timnya akan sanggup menilai apakah ketiga pembunuhan itu berhubungan atau tidak. Damon kemudian tiba dan memeluk Blake, putrinya yang sudah sangat lama tidak beliau temui.

 Sementara itu di TKP di mana David Morrison terbunuh, JJ dan Rossi menemukan bahwa tempat tersebut cukup terisolasi. It helps to be out in the sticks if you’re going to beat someone to death,” ujar Rossi, yang kemudian ditanggapi JJ dengan, You sound like you speak from experience.” Mereka menduga pelaku memang mentarget Morrison karena memukuli orang hingga tewas adalah tindakan personal yang terlampiaskan akibat rasa amarah yang menggebu-gebu. Morrison mungkin mengenal pelaku dan bertengkar dengannya. JJ dan Rossi juga menduga bahwa ia sama bugarnya dengan Morrison yang seorang atlet triatlon berbakat untuk bisa memukulinya secara brutal.

Rossi berteori bahwa si pelaku membuntuti Morrison, mempelajari rute joging paginya, kemudian menunggu dan bersembunyi di TKP untuk membunuhnya. JJ berteori bahwa si pelaku mengikuti Morrison kemudian berlari mengejarnya ke TKP. Rossi mengatakan jika si UnSub bertindak mengikuti amarah dan kecanduan obat-obatan, maka ia belumlah selesai menghabisi target-targetnya.

Kembali ke KCPD pada reunian keluarga Blake, Scott merasa malu ayahnya berbicara langsung mengenai kasus ini dengan kepala kepolisian dan Blake tanpa memberitahunya lebih dulu. Sebagai seorang detektif di Kansas City, dan dengan memiliki ayah seorang mantan kepala di kepolisian yang sama dan kakak seorang ahli profiling di FBI, Scott dapat saya pahami agak mengalami inferior kompleks. Damon menduga putranya tidak akan menanggapinya jika beliau berbicara dengannya lebih dulu. Lagipula, dengan cara beliau mendatangkan putrinya, anak-anaknya dapat bekerja sama dan merapatkan kembali hubungan mereka yang renggang.

Menghadirkan acara reuni keluarga di tengah kasus pembunuhan?

Di ruang autopsi, seorang koroner (Arianna Ortiz) memberitahu Morgan bahwa penyebab kematian Morrison adalah asfiksia dengan cara dicekik hingga mengalami patah tulang leher. Selain itu terdapat empat tulang rusuk patah, tulang lengan kiri hancur, retakan linear di tengkorak, rahang patah, dan limpa pecah—tetapi kebanyakan dari ini semua adalah postmortem. Tubuh Morrison juga dipenuhi lebam yang disebabkan pukulan tangan kosong. Morgan berpikir bahwa si pelaku dalam pengaruh sesuatu karena ia mengamuk saat membunuh Morrison. Morgan lalu menyebutkan bahwa pada pembunuhan Tommy Barnes dan Melissa Hawthorne tidak diketemukan luka postmortem.

Kembali lagi ke KCPD, Blake dan Scott mewawancarai ayah Tommy Barnes, Mr. Barnes (Tim True) yang menemukan mayat anaknya dan mayat Melissa setahun yang lalu. Mr. Barnes tak suka dirinya harus diwawancarai lagi karena ia masih berkabung dengan kematian putranya. Blake dan Scott, layaknya kakak-beradik, berdebat mengenai keputusan mereka mewawancarai kembali Mr. Barnes. Scott merasa mereka tak akan mendapatkan keterangan baru darinya, sementara Blake berpikir bahwa pria itu menyembunyikan sesuatu, karena ia begitu gelisah dan tampak tak begitu menginginkan menemukan pembunuh anaknya.

Blake lalu menanyakan si ayah jika putranya dan Melissa ditemukan dalam keadaan berbusana, dan Mr. Barnes dengan sedih mengakui bahwa ia menemukan mereka berdua dalam keadaan tanpa busana dengan Tommy hanya mengenakan panties. Ia tidak bisa membiarkan keduanya ditemukan seperti itu sehingga ia memakaikan pakaian kepada mereka lalu menelepon polisi.

Si UnSub beraksi lagi! Pria kekar yang kita lihat sebelumnya rupanya benar adalah si pelaku. Kali ini ia memasuki rumah pada malam hari dan menyerang pasangan suami-istri, memukuli mereka hingga tewas. Keesokan paginya, tim BAU turun ke TKP. Reid memberitahu Blake bahwa kedua korban bernama Gil (Simon Vance) dan Renee Patterson (Kim Genelle) dan mereka berdua adalah pekerja keras yang baik; Gil bekerja sebagai manajer bank dan Renee adalah seorang perawat. Scott memberitahu bahwa suami-istri Patterson memiliki seorang putri bernama Laurie (Felisha Cooper), mahasiswa senior di University of Missouri.

JJ dan Morgan menemukan bahwa M.O. terhadap kedua korban persis sama dengan ketiga pembunuhan sebelumnya—violent overkill dan pantiesIt’s definitely our guy,” kata Morgan yakin. And now he’s accelerating,” tambah JJ. And he’s getting bolder. He’s never broken into a home before,” Morgan melengkapi.

Garcia menelepon Morgan dan memberitahu bahwa David Morrison bekerja sebagai guru Bahasa Inggris cadangan sebelum ia mempublikasi buku pertamanya. Empat tahun yang lalu, ia selama seminggu mengajar di Jefferson High School, sekolah yang sama di mana Tommy Barnes, Melissa Hawthorne, dan Laurie Patterson bersekolah. Laurie lulus dari sekolah tersebut empat tahun yang lalu.

Jadi itulah koneksi antara para korban! Semuanya pernah bekerja atau bersekolah di Jefferson, kecuali pasangan suami-istri Patterson, tetapi anak mereka dulu bersekolah di sana.

Tim BAU kembali ke KCPD untuk memberikan profil UnSub sebagai berikut:

  • Pria berkulit putih berusia antara akhir remaja dan awal 20-an;
  • Sadistik dengan rage issues karena kekerasan level tinggi yang dilakukannya terhadap korbannya;
  • Mantan pelajar atau pegawai di Jefferson High School—mantan, karena ia bermasalah dengan narkoba;
  • Tidak memiliki kemampuan bersosialiasi yang diperlukan agar dapat bertahan di sekolah atau tempat kerja;
  • Berdasarkan M.O. berupa kekerasan yang brutal dan penghinaan, pembunuhan yang dilakukannya berdasar pada dendam;
  • Pernah dihina hingga traumatik di masa lalu, kemungkinan pada saat remaja, sehingga ia ingin membalas perlakuan yang diterimanya tersebut;
  • Pernah dipenjara sesaat setelah pembunuhan pertama yang dilakukannya, karena ia menunggu setahun penuh untuk melakukan pembunuhan berikutnya, atau;
  • Ia memang menunggu setahun penuh sebelum ia dapat menyempurnakan kekuatannya agar pada pembunuhan berikutnya korban tidak sanggup membela diri, karena pada dua pembunuhan pertama yang dilakukannya, Tommy Barnes dan Melissa Hawthorne sempat sanggup membela diri;
  • Bugar secara fisik, sering berolahraga di tempat gym murah atau klub kesehatan;
  • Menggunakan hanya tangan kosong untuk membunuh korbannya.

Berikutnya, kita melihat si UnSub tengah memukuli karung tinju di sebuah gym. Seorang trainer (Macka Foley) mendatanginya dan memberitahunya bahwa sudah waktunya gym untuk tutup. Namun si UnSub bersikeras untuk bertahan beberapa menit lagi dan nyaris memukulnya (saya hampir takut ia akan membunuhnya). Si trainer, yang menurut saya bertubuh sedikit lebih besar dari si UnSub, merasa takut dan terpaksa mengizinkannya.

Kembali ke KCPD, Hotch memberitahu bahwa ia dan Garcia telah mengecek daftar mantan napi yang baru saja bebas tetapi tak ada satu pun yang sesuai dengan profil UnSub. Garcia menelepon Morgan dan memberitahu tim bahwa tragedi yang terjadi di Jefferson High School selain pembunuhan terhadap Tommy Barnes dan Melissa Hawthorne, adalah tewasnya pelajar senior Riley Wilson (Saxon Jones) akibat menabrakkan mobilnya ke tiang telepon, empat tahun yang lalu. Hasil toksikologinya yang bersih memunculkan dugaan bahwa ia bunuh diri. Riley adalah straight-A student tanpa catatan disipliner, dan ia bersekolah di Jefferson di waktu yang sama dengan David Morrison dan Laurie Patterson.

Hotch lalu memerintahkan Garcia untuk menghimpun daftar setiap pelajar dan pegawai Jefferson pada saat Riley masih bersekolah di sana, dan juga daftar para orangtua dan kerabat. Beberapa saat kemudian, Blake mendatangi Scott untuk menyerahkan daftar sebagian bekas pelajar yang masih tinggal di Kansas City yang telah dipersempit agar memudahkan pembagian tugas tim dalam mewawancarai kemungkinan pelaku. Blake berkata kepada adiknya bahwa ia tidak akan mendatangi KCPD jika ayah mereka tidak memintanya. Namun, Scott mengatakan bahwa hal itu tak masalah karena sekarang ia berkesempatan untuk bekerja sama dengan Blake yang sudah bertahun-tahun ia tak temui.

Malam harinya, kita melihat seorang pria bernama Charles Gates (Jake Miller) tengah bekerja di depan komputernya. Kita juga melihat si UnSub yang telah berada di dalam rumah, mengendap-endap mengawasi Charles. Si UnSub hendak beraksi ketika bel pintu berbunyi dan rupanya itu Scott yang ingin mewawancarai Charles, seorang diri! Uh-oh. Charles mengatakan ia tak percaya Riley telah tewas. Ia juga mengatakan bahwa Riley adalah seorang yang pendiam dan ia bergaul bersamanya, duduk di beberapa kelas yang sama.

Si UnSub mendengarkan percakapan antara Scott dan Charles. Kita melihat si UnSub tampak marah mendengarkan apa yang dikatakan Charles. Merasa tak tahan lagi, ia berlari keluar dari persembunyiannya sambil berteriak, Liar!” dan menyerang Scott, memukulinya beberapa kali hingga tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian, paramedis tiba di TKP. Untungnya, Scott yang bukan merupakan target si UnSub hanya mendapat cidera di kepala dan dapat dilarikan ke rumah sakit. Charles tewas dengan cara yang sama seperti semua korban sebelumnya.

Blake, Hotch, Reid dan Rossi memeriksa TKP. Reid menemukan holster Scott yang kosong dan menduga si UnSub mencuri pistol Scott. Blake membaca dari buku catatan Scott dan melihat bahwa ia menggaris bawahi kata-kata ”good” dan ”friends” pada kalimat Charles and Riley—good friends.” Blake teringat bahwa menggaris bawahi kata-kata adalah hal biasa yang dilakukan Scott ketika ia merasa jengkel. Ibu mereka dulu menyuruh mereka bertukaran surat sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan agar mereka dapat mengatasi permasalahan mereka. Blake bertanya-tanya apa yang membuat Scott jengkel dengan kata-kata good friends”.

Di KCPD, JJ mewawancarai Laurie Patterson, mengabarkan bahwa si pembunuh beraksi lagi, sebelum menanyakan mengenai Charles dan Riley. Laurie mengatakan bahwa Charlie tidak pernah berteman dengan Riley. Riley tidak punya banyak teman karena He was a gigantic nerd and a total victim,” kata Laurie, “they used to bully him, like all the time. Tease him, beat him up.”

Poor, poor Riley!

Laurie juga memberitahu bahwa para jocks di sekolah, atas ide mantan pacarnya Lance Tate, pernah mengerjai Riley dengan mencuri pakaiannya di kelas gym dan memaksanya untuk mengenakan panties. Mereka lalu mengirimkan pesan singkat kepada seluruh sekolah agar berkumpul di lorong untuk menyaksikan Riley berjalan di hadapan mereka semua. Kita melihat bagaimana semua orang menertawai Riley dan mengambil gambarnya. David Morrison dan seorang guru sejarah bernama Harold Ramsey (Jim Garrity) membubarkan mereka, menyuruh agar kembali ke kelas. Lance tak pernah dihukum. JJ lalu bertanya apakah ada pelajar lain yang dibully dan Laurie mengatakan ada beberapa pelajar lain. Laurie lalu akhirnya menyadari bahwa semua inilah penyebab orangtuanya dibunuh.

Tim BAU memberitahu kita bahwa si UnSub mengincar orangtua Laurie karena saat itu Laurie tidak berada di rumah. Target si UnSub yang sesungguhnya, mantan pacar Laurie si Lance Tate yang sekarang menjabat sebagai Sersan, tengah bertugas di Afghanistan dan orangtuanya telah pindah ke Arizona. Garcia mencocokkan nama-nama yang diberikan Laurie dengan nama-nama yang pernah berkomunikasi dengan Riley melalui pesan singkat, email, dan sosial media. Ia mendapatkan dua nama: Kevin Russ, partner lab Riley, dan Ronald Underwood. Garcia menyebutkan bahwa berdasarkan percakapan Riley dan Ronald, sepertinya mereka berdua bersahabat. Ronald keluar dari sekolah sesaat setelah Riley tewas. Ia tinggal hanya bersama ibunya yang memiliki empat DUI. Ronald diketahui menghabiskan sebagian besar waktunya membuka situs porno dan situs Mixed Martial Arts dan pernah membeli steroid anabolik secara online.

Ronald Underwood = UnSub of the episode

Tim BAU menduga bahwa Ronald juga merupakan korban bullying, merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi dengan Riley, dan mentarget orang-orang yang tak pernah berusaha menghentikan tindakan bullying. Mr. Ramsey, salah satu guru yang kita lihat ikut menyaksikan Riley berjalan di lorong, masih mengajar di Jefferson. Tim pun segera pergi mencari Mr. Ramsey dan Ronald.

Blake menelepon Mr. Ramsey yang kita lihat tengah berjalan keluar dari gedung sekolah menuju mobilnya. Namun, sebelum Blake sempat memperingatkannya akan Ronald, Ronald telah lebih dulu mendatangi mantan gurunya itu dan menyerangnya. Ronald membawa Mr. Ramsey ke ruang loker dan memukulinya, memaksanya mengenakan pantiesI just wish they were all here to see this,” kata Ronald. Mr. Ramsey tidak mengerti apa yang tengah dilakukan mantan muridnya itu dan Ronald lalu meneriakkan nama Riley.

Ronald mengatakan bahwa Mr. Ramsey mengetahui tindakan bullying terhadap dirinya dan Riley tetapi tidak pernah menindak tegas para pembully, yang dua di antara mereka adalah Charles Gates dan Lance Tate. Kita melihat Ronald muda (Phillip Fallon) dalam flashback yang saat itu masih bertubuh gemuk, dimintai Mr. Ramsey agar bersalaman dengan para pembully untuk berdamai. Shake their hands? Did you actually think that would solve anything?!” teriak Ronald, yang juga meneriakkan batin saya kepada guru payah itu.

Ronald lalu memaksa Mr. Ramsey berjalan di sepanjang lorong sekolah, agar ia juga dapat merasakan penderitaan Riley yang pernah berjalan hanya mengenakan panties. Tim BAU bersama tim taktikal kemudian menemukan mereka. Blake membujuk Ronald untuk melepaskan Mr. Ramsey. What happened to Riley wasn’t your fault,” katanya, you’ve got to leave the past in the past.”

Dan Ronald pun melepas Mr. Ramsey, menyerah dan membiarkan dirinya diborgol. CASE CLOSED!

Beberapa saat kemudian di luar gedung sekolah, kita melihat Mr. Ramsey didorong masuk ke ambulans. JJ mendatangi Blake yang tengah memegangi lengan kirinya yang masih terasa sakit. Blake memberitahu JJ bahwa Jefferson High School dulu adalah rival sekolahnya, dan berada di sana lagi membuatnya mengingat kenangan buruk. JJ lalu menawarkan diri untuk mengantar Blake ke rumah sakit untuk menjenguk Scott, tetapi Blake tidak ingin mengunjungi rumah sakit tempat di mana ibu dan kakaknya, Danny, meninggal.

Namun Blake rupanya tetap pergi ke rumah sakit, karena keesokan harinya kita melihat Blake menyetir mobil bersama Scott, tampak baru menjemputnya dari rumah sakit. You got lucky,” Blake berkata kepada adiknya, You shouldn’t have gone in without backup. Ironic that your hard head is what saved you.”

Scott meminta maaf dan mengakui bahwa dugaan ayah mereka mengenai hubungan antara pembunuhan-pembunuhan itu memang benar. Ia lalu mengatakan bahwa ia rindu kepada Blake (aww). Scott menyebutkan bahwa kakaknya meninggalkan rumah begitu saja ketika Danny dan ibu mereka meninggal dan ia merasa heran bahwa sebagai hotshot linguist, Blake tak pernah mengatakan apa pun, tak pernah menelepon maupun menyuratinya. Blake meminta maaf dan memberitahu adiknya bahwa sulit baginya untuk pulang ke rumah. I see you and I think of Danny,” alasannya, I see dad and… I think of mom.”

Namun, Blake berjanji akan berusaha menjalin komunikasi yang lebih baik. Ia mengatakan bahwa ia juga rindu kepada Scott.

Sesampainya di kediaman Miller, ayah mereka datang menyambut dan mengatakan bahwa beliau bisa melihat kedua anaknya telah berbaikan. Kemudian saya dan Blake terkejut saat Garcia muncul memasuki ruangan. It’s only a two-and-a-half hour flight,” ujar Garcia sambil memperhatikan Scott dengan tertarik.

Rupanya, ayah Blake mengundang seluruh tim BAU untuk pesta barbecue! Can’t celebrate unless the whole family’s here,” katanya. Episode ditutup dengan keluarga Blake dan seluruh keluarga BAU menikmati barbecue di halaman belakang rumah kediaman Miller—adegan cute team moment favorit saya selain adegan yang ada di episode In the Blood (9×6) dan Gatekeeper (9×7).

Great Blake-centric episode! Episode terakhir sebelum hiatus Natal (episode berikutnya tayang 15 Januari 2014) yang menarik untuk mengenal Alex Blake lebih dekat. Episode ini juga mengangkat tema penting yaitu bullying. Apa yang dilakukan para pembully itu sungguhlah kejam dan apa yang terjadi pada masa lalu si UnSub memang memprihatinkan, tetapi itu tetap tidak seharusnya menjadi alasan baginya untuk membalas dendam melalui cara yang dilakukannya. Episode ini memberi pesan kepada kita betapa perlunya menindak tegas pembully, dan agar kita selalu menghargai orang lain.

Kutipan penutup oleh Blake:

“Alone, we can do so little; together we can do so much.” —Helen Keller

Random thoughts:

  • Apakah yang membuat ayah Blake berpikir bahwa ketiga pembunuhan pertama itu berhubungan? Blake mengatakan bahwa ayahnya memiliki “firasat” saja dan tidak menjelaskan lebih jauh, mungkin hal ini tak dirasa perlu oleh si penulis.
  • Saat hendak diborgol, Ronald tiba-tiba panik ketakutan. Mungkin tindakan tersebut mengingatkannya akan para pembully-nya dulu?
  • Saya suka dengan gaya rambut JJ pada akhir episode; gaya rambut yang belum pernah saya lihat dikenakan JJ di episode-episode sebelumnya.
  • Reid yang menolak bir dan men-toast menggunakan keripiknya pada akhir episode: cute!
  • Blake yang tidak memberitahu ayahnya bahwa lengannya baru saja tertembak saat ayahnya menelepon, dan baru memberitahu Scott di akhir episode, menurut saya menunjukkan betapa kurangnya ia dalam berkomunikasi dengan keluarganya sendiri. Semoga ia benar-benar memegang janjinya untuk dapat berkomunikasi yang lebih baik dengan mereka.

By Miss Rush

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s